MEDIA BAHASA ARAB

Salah satu metode belajar bahasa adalah menggunakan kartu bahasa sebagai media untuk mempermudah mempelajari bahasa. Dengan kartu bahasa diharapkan siswa lebih aktif untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang sedang dipelajari terutama bahasa asing. Media ini sangat membantu untuk mencapai maharatul kalam littalaamidz. Sebab, isti’malul bithoqoh fii ta’liimil lughotil arobiyah bertujuan likhtishoril wakti wa li-ikmaalid dars wa limusa’adati asatiidz fii ta’liimiha. Hanya, penggunaan kartu ini, guru perlu mempersiapkannya sebelum masuk kedalam kelas. Tanpa persiapan terlebih dahulu metode ini tidak akan maksimal dipergunakan.

Ghoyah: – media dan metode ini bertujuan agar masing-masing siswa dapat merasakan pengalaman berbahasa dengan mudah melalui media kartu sesuai dengan pola kalimat yang diajarkan guru. – mampu menyebutkan jenis-jenis makanan. -siswa dapat membuat kalimat tanya jawab secara lisan tentang makanan.

Contoh kalimat:

– kamu makan apa? saya makan roti, nasi, ikan, sayur, daging, buah, dll

– bagaimana rasa pisang? rasa pisang lezat

Kalimat ini diucapkan dalam bahasa Arab.

Thoriiqoh:

1. guru membuat kartu bahasa yang bertuliskan jenis makanan

2. guru membagikan kartu itu kepada masing-masing siswa

3. Lalu guru menyuruh masing-masing siswa mengucapkan jenis-jenis makan itu dengan bahasa Arab dengan suara keras secara bergantian dan berulang-ulang

4. guru menuntun siswa menyusun kalimat sempurna dengan menggunakan kosa kata yang telah diketahui siswa. Caranya, guru nenuliskan pola kalimat tertentu di papan tulis. Misal, saya makan ………. (dalam bahasa Arab) dan memberi contoh mengisi titik dengan kosa kata tentang makanan. jadi, saya makan pisang. Cara ini bisa diulang-ulang hingga siswa memahami pola tersebut.

5. Setelah siswa paham, kemudian guru menyuruh siswa menggabungkan pola kalimat di papan tulis dengan kartu bahasa yang bertuliskan jenis-jenis makanan, sehingga secara tidak langsung mereka belajar kosa kata dan membuat kalimat secara lisan. Cara ini dilakukan menyeluruh agar masing-masing siswa berbahasa saat pelajaran.

6. Kemudian kartu itu diacak atau ditukar dengan teman yang lain dan guru melakukan cara nomor lima.

7. Setelah siswa lancar dan terlatih menggunakan kosakata dalam pola kalimat yang didesain guru, maka langkah selanjutnya guru meminta siswa berpasangan untuk melakukan percakapan di depan kelas.

8. pertemuan berikutnya, siswa membawa jenis makanan dan diminta untuk mendemonstrasikan percakapan singkat di depan kelas.

9. Selanjutnya, tinggal pembiasaan dalam menggunakan percakapan tersebut di luar kelas.

Kelebihan metode ini: mudah dipahami, dicerna, diucapkan, dan diperagakan oleh siswa. sedang kekuranganya, siswa dapat mengucapkan tetapi sering salah dalam menuliskan pola kalimat tersebut, dan siswa sering lupa ketika percakapan itu tidak dipergunakan siswa dalam percakapan.

Belajar bahasa Arab tidak harus di dalam kelas saja. Di mana saja kita bisa melakukan interaksi transfomasi ilmu pengetahuan seperti halnya dengan bahasa Arab.Sebab, indra manusia untuk menyerap ilmu itu tidak hanya kedua mata, tetapi semua indra yang dimilikinya, seperti telinga, mata, mulut, rasa,  dan lain-lain. Semakin banyak indra yang digunakan untuk merekam dan menyerap ilmu pengetahuan, maka akan semakin mantap dan melekat dalam otak siswa. Karena itu, salah satu pembelajaran yang banyak melibatkan indra siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan adalah belajar di alam. Jika guru ingin mengajarkan warna dan benda-benda ciptaan Allah misalkan, maka tehniknya siswa diajak ke alam. Di alam inilah guru bisa mengajak siswa untuk membaur dengan alam sambil belajar bahasa Arab. Ini daun, ini pohon, ini bunga, ini buah, itu rumput, daun warnanya hijau, dan lain sebagainya dilafalkan dalam bahasa Arab. Siswa dituntut untuk bisa mengucapkan, merasakan, mengalami, melihat benda secara langsung, mendengar, menulis, dan melakukan interaksi tentang alam dengan bahasa Arab. Setelah siswa memahami materi tentang alam dalam bahasa Arab, maka guru mengajak siswa ke dalam kelas untuk mencatat berbagai pengalaman dalam bahasa Arab. Dengan demikian siswa dapat menggali bahasa Arab lewat media alam. Penekanan strategi ini adalah pembelajaran berbasis media dan kontekstual. Metode ini ada kelemahannya yaitu metode ini membutuhkan syarat pengulangan dan penguatan dengan tulisan, mudah lupa, membutuhkan kontinyuitas damam pelafalan. Kelebiahannya diantaranya siswa dapat langsung berbahasa Arab tentang alam, mudah melafalkan, dan kesan sulit dapat dimenimalisasikan, anak lebih paham terhadap materi.

 

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.