KEMULIAAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Alhamdulillah Puji puja dan sukurku tak henti-hentinya kepada pemilik alam semesta ini, pengatur hidup makhluk ini, pengasih dan penyayang setiap makhluknya, maha adil, maha bijaksana, maha pengampun hambanya yang kembali kepadanya. Sholawat dan Salam Allah, Malaikat dan semua makhluk, tetap tercurah tanpa henti-hentinya kepada makhluk yang paling mulia, kekasih raja alam, pemimpin manusia, Nabi muhammad SAW, beserta keluarga, para sohabat, tabi’in, tabi’u tabi’in, dan semua yang mengikuti mereka hingga Akhir alam ini.

Dari akun FB yang bernama

Syach Titan –>>Buat para syiah

Ali bin Abi Thalib menyebut pengangkatan Abu Bakar sesudah wafat Rasululloh saw ketika berkerumunnya manusia keliling Abu Bakar lalu segera mengangkat beliau, maka disaat itu aku datang menjumpai Abu Bakar dan mengangkatnya, aku tampil dalam peristiwa besar itu sehingga lunturlah kebatilan, dan kalimat Alloh menjadi tinggi, sekalipun banyak orang-orang kafir yang tidak senang. Maka Abu Bakar memegang kekuasaan, maka beliau beroleh kemudahan, bertindak yang benar, saling mendekati, berhemat dan berhati-hati dan saya menemaninyasebagai penasihat, aku taati dia sebagai ia mentaati Alloh secara bersungguh-sungguh”. (Kitab Al-Gharaat juz 1 hal.308 di bawah judul: Risalah Ali as kepada Sahabat-sahabat beliau sesudah terbunuhnya Muhammad bin Abu Bakar).

Dalam khutbah yang panjang di akhir khutbahya Ali bin Abi Thalib berkata: “…..kemudian kaum Muslimin yang ditinggalkannya menggantikan dengan 2 orang manusia yang shalih(menjadi khalifahnya), keduanya mengamalkan apa yang ada di dalam kitab, keduanya memperindah sirah(Biografi) dan tidak pernah melanggar akan sunnah, kemudian keduanya diwafatkan oleh Alloh, yang berarti Alloh telah merahmati keduanya. (Kitab Al-Gharaat juz 1 hal.210 dan sepertinya perbedaan yang sedikit dalam Syarah Nahjul Balaghah oleh Ibnu Abil Hadid dan Nasikhut Tawarikh juz 3 kitab 2 hal.241, cetakan Teheran dan Majmul Bihar oleh al-Majlisy).

Ali bin Abi Thalib berkata: “Maka kaum Muslimin memilih sesudahnya(Rasul saw) seorang laki-laki dari kaum Muslimin, maka ia saling mendekati, berbuat yang benar, menurut kemampuannya selalu dengan perasaan takut dan bersungguh-sungguh. (Syarah nahjul Balaghah oleh al-Maitsam al-Bahrany hal.400)

Kenapa kaum Muslimin memilih Abu Bakar menjadi Khalifah Nabi dan menjadi Imam mereka? Pertanyaan ini dijawab oleh Al-Murtadha ra dan Ibnu Amati Rasululloh saw Zubair bin Awwam ra dengan perkataan keduanya: “Kami melihat Abu Bakarlah yang paling berhak dengan kedudukan itu. Karena beliau adalah teman Rasulullah dalam gua yang dalam Al-Qur’an disebut Tsanisnain(dwi tunggal), kami benar-benar mengetahui kemampuannya, maka beliaulah yang diperintahkan Rasululloh saw untuk sholat bersama manusia kala beliau(Nabi) masih hidup. (Lihat Syarah Nahjul Balaghah oleh Ibnu Abil Hadid Asy-Syi’iyjuz 1 hal.332)

Telah datang Abu Sufyan kepada Ali bin Abi Thalib dan berkata: “Telah kamu angkat memegang kekuasaan ini seseorang paling hina dari bangsa Quraisy. Demi Alloh, jika engkau menghendakinya, akan aku penuhi bantuan yang diperlukan baik berupa unta atau kuda…. Berkata Ali as: “Masih saja kau menipu Islam dan pemeluknya, namun engkau tidak dapat merusak mereka sedikitpun, aku tidak membutuhkan bantuan apa-apa dari engkau, KARENA AKU TAHU BAHWA ABU BAKAR AHLI DAN PANTAS UNTUK JABATAN INI. (Syarah Ibnu Abil Hadid juz 1 hal.130)

Ali bin Abi Thalib telah berpendirian bahwa Abu Bakarlah yang paling pantas memegang Kekhalifahan itu. Ketika ditanyai ssebelum wafatnya ketika ia ditikam Ibnul Maljam, siapa yang akan menggantikannya menjadi Imam dan Khalifah, Abu Bakar menjawab sebagai yang diriwayatkan Abu Wa’il dan al-Hakim dari Ali bin Abi Thalib as, kepada Abu Bakar dikatakan: “Apakah engkau tidak berwasiat? Abu BAkar menjawab: “Apa yang diwasiatkan Rasululloh saw maka itu pulalah yang aku wasiatkan”. Tetapi telah berkata Rasul saw: “Bila Alloh menghendaki kebaikan maka Ia(Alloh) akan menghimpun mereka atas orang terbaik mereka sesudah Nabi mereka. (Talkhish Asy-Syafy karya At-Thusi juz 2 hal.372, cetakan An-Najaf).

Ali bin Abi Thalib berkata dalam khutbahnya: “Manusia terbaik dari umat ini sesudah Nabinya ialah ABU BAKAR dan Umar”. Dan kenapa tidak berkata orang ini sedangkan dialah yang meriwayatkan: “Bahwa kami pernah bersama Nabi saw di atas Jabal Hira, tiba-tiba gunung itu bergerak, lalu Nabi berkata kepadanya: Tenanglah, bahwa tidak ada di atasmu selain seorang Nabi, seorang Shiddiq dan seorang Syahid”. (Lihat Al-Ihtijaj oleh At-Thabarsy).

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.